/ /

Yang Mudah Menyerah ? , Belajarlah Dari Siput !


  • Seekor siput mengajariku untuk tidak meremehkan orang lain, terlebih lagi orang yang rendah dalam pengertian apapun sesuai konteksnya

  • Seekor siput itu mengajariku untuk pantang menyerah dan kalau perlu menghapuskan kosakata “menyerah” dari dalam diriku

  • Seekor siput itu juga mengajariku untuk selalu berfikir positif dan optimis terhadap segala sesuatu yang kita memiliki dan berusaha memaksimalkan kemampuan kita untuk meraih segala potensi yang kita miliki, apapun itu

  • Seekor siput itu juga mengajariku bahwa hidup tidak selamanya lancar seperti yang kita prediksi dan reka-reka. Pada suatu saat kita akan menghadapi hambatan-hambatan yang harus kita lalui bagaimanapun caranya, bahkan jika hidupku selalu dipenuhi hambatan setiap waktunya sekalipun

  • Seekor siput itu juga mengajariku untuk memahami sebuah proses. Tak ada sesuatu yang baik untuk dituju dan dicapai di dunia ini tanpa melalui sebuah proses. Perjalanan yang instan juga akan berakahir pada instannya momentum itu. Bahkan menjadi seorang koruptor kelas kakap pun ternyata juga membutuhkan proses terlebih dahulu. 

  • Seekor siput itu juga mengajariku bahwa untuk mencapai sesuatu yang kita ingin capai dibutuhkan perjuangan yang tidak mudah;

  • Seekor siput itupun juga mengajariku bahwa siapapun kita, dan apa latarbelakang kita, dengan tekad dan semangat serta kemauan yang kuat maka kita bisa meraih mimpi-mipi yang besar meskipun kita seorang yang “kecil” dalam makna yang berhubungan

|||||||||||||||||||||||||

  • Saat orang-orang berkata bahwa kamu tidak bisa melakukan sesuatu...


  • Lihatlah ke sekelilingmu....


  • Pertimbangkan semua kemungkinan yang ada...


  • Lalu mulailah melangkah !!!


  • Kerahkan semua tenaga dan potensi yang telah diberikan Tuhan dalam hidupmu...


  • Berfikir, dan Jadilah pribadi yang kreatif!


  • Pada akhirnya, kamu akan sukses dan membuktikan bahwa mereka telah salah menilai dirimu !!


" Time sometimes flies like a bird, sometimes crawls like a snail; but a man is happiest when he does not even notice whether it passes swiftly or slowly " 

           Sumber . Nyatanya!? 

/ /

Raja Sejong, Pencipta Huruf Hangeul Korea



Raja Sejong atau disebut dengan Raja Sejong Yang Agung (Sejong Dae Wang) (7 Mei 1397 – 18 Mei 1450, berkuasa 1418 – 1450) adalah seorang raja yang ke-4 dari Dinasti Joseon yang memerintah Korea. Raja Sejong sangat terkenal karena jasanya dalam menciptakan abjad Korea, Hangeul yang menggantikan penggunaan cara penulisan dengan Hanja.

Raja Sejong adalah penguasa Korea kedua yang mendapatkan gelar Raja Yang Agung atau Raja Besar setelah Raja Gwanggaeto dari Kerajaan Goguryeo.


  • Early Life

Sejong adalah putra ke-3 dari Raja Taejong. Saat berusia 12 tahun, ia bergelar Pangeran Besar Chungnyeong’ dan menikahi seorang putri pejabat Shim On dari Cheongsong yang bernama Permaisuri Shim , yang kemudian dikenal dengan Ratu Soheon .

Sebagai pangeran muda, Sejong dikenal sangat cerdas dalam berbagai bidang pelajaran sehingga lebih disayangi ayahandanya daripada kedua kakak lelakinya.

Peristiwa pengangkatan Sejong menjadi raja sangat berbeda dengan raja-raja Joseon lainnya. Pangeran tertua yang merupakan kakak Sejong, Yangnyeong, menganggap dirinya tidak berbakat menjadi seorang raja, begitu pula dengan Pangeran Hyoryeong ia menganggap tugasnyalah untuk menjadikan adiknya seorang raja.

Pada bulan Agustus 1418, Raja Taejong turun tahta dan Sejong menggantikannya sebagai raja yang baru. Namun begitu, Taejong masih memiliki kekuasaan dalam istana, terutama dalam bidang militer sampai wafatnya ia tahun 1422.


  • Empowered Korean Military

Raja Sejong adalah seorang ahli militer yang brilian. Pada bulan Mei 1419, dibawah bantuan Taejong, Sejong melakukan Ekspedisi Timur Gihae ke Tsushima untuk membasmi para perompak Jepang yang telah meresahkan rakyat pesisir Joseon. 

Dalam invasi itu, 700 perompak berhasil dibunuh, sementara 110 ditangkap dan 180 tentara Joseon tewas. Sebanyak 140 orang Cina yang diculik berhasil dilepaskan.

Pada bulan September 1419 Daimyo Tsushima, Sadamori, menyatakan takluk kepada Joseon. Perjanjian Gyehae disahkan tahun 1443, dimana Daimyo Tsushima mengakui kedaulatan Raja Joseon; serta, pihak Joseon memberikan kemudahan dalam urusan perdagangan antara Korea dan Jepang kepada klan Sō.


  • Invasi Korea Ke Jepang

Di perbatasan utara, Sejong mendirikan 4 buah benteng dan 6 buah pos untuk melindungi Joseon daripada serangan suku barbar di Cina dan Manchuria. 

Sejong mengembangkan berbagai hasil karya dan teknologi militer seperti pengembangan meriam, senjata, panah dan roket yang menggunakan bahan bubuk mesiu.Pada tahun 1433, Sejong mengirimkan Jenderal Kim Jong-seo, dalam invasi terhadap suku Jurchen. Invasi ini berhasil merebut beberapa benteng dan memperluas wilayah teritori, sekitar perbatasan Korea dan Cina saat ini.

Jang Yeong-sil
  • Science and Technology

Sejong sangat terkenal akan kepandaiannya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam masa pemerintahannya, namun menurut sejarawan Yung Sik Kim, masih sedikit sekali karya Raja Sejong yang baru dikenal dan harus dikaji lebih banyak lagi.

Raja Sejong membantu para petani membuat buku mengenai pertanian yang disebut Nongsa Jikseol yang berisi pengajaran berbagai cara atau teknik bertani untuk berbagai daerah-daerah di negerinya. Teknik-teknik ini diperlukan guna meningkatkan hasil pertanian rakyat.

Dalam masa pemerintahannya, Jang Yeong-sil menjadi terkenal sebagai seorang ilmuwan besar. Jang dikenal sebagai anak muda yang jenius walau memiliki status sosial rendah. Taejong, ayah Sejong, mengetahui Jang sangat berbakat dan memanggilnya ke istana. 

Raja Sejong berencana memberikan Jang sebuah posisi di pemerintahan dan mendanai penelitiannya namun ditolak kalangan pejabat istana yang meragukan seseorang dari kelas bawah. Atas dukungan Raja Sejong dan Jang Yeong-sil berhasil menciptakan desain jam air, peralatan militer dan jam matahari. 


Namun prestasi terbesarnya adalah pada tahun 1442, saat ia berhasil menciptakan alat pengukur hujan yang pertama di dunia; namun begitu model ciptaanya tidak bertahan. Namun alat pengukur hujan tertua dari Asia Timur dibuat dari masa pemerintahan Raja Yeongjo tahun 1770.

Berdasarkan teks Kitab Harian Sekretariat Kerajaan, Raja Yeongjo ingin menciptakan kembali berbagai penemuan yang dibuat pada masa Raja Sejong saat ia meneliti kronik-kronik Raja Sejong. 

Ia menemukan catatan mengenai penemuan alat pengukur hujan, maka Raja Yeongjo memerintahkan untuk membuat reproduksinya. Karena tahun penemuan kembali alat ini adalah naiknya Kaisar Qianlong dari Dinasti Qing di Cina (berkuasa 1735–1796), banyak yang mengetahui bahwa alat pengukur hujan pertama berasal dari Cina.

Kaisar Qianlong

Sejong merombak sistem kalender Korea yang saat itu didasarkan pada garis lintang ibukota Cina. Untuk pertama kalinya, ia membuat kalender yang didasarkan pada posisi utama garis lintang ibukota Joseon, Seoul, dengan bantuan para astronomisnya. 

Sistem baru ini membuat para astronomis dapat melakukan prediksi yang sangat tepat akan datangnya peristiwa gerhana matahari dan bulan.

Sejong juga berjasa dalam bidang pengobatan tradisional Korea, dengan 2 karya penting yang ditulis pada masanya, yakni Hyangyak chipsŏngbang dan Ŭibang yuch’wi, yang membedakan cara pengobatan Cina dengan Korea.


  • Literature

Sejong sangat menghargai sastra, dan memerintahkan para pejabat tinggi dan ilmuwan untuk belajar di istana. Ia menciptakan karya besar hangul dan mengumumkannya dalam Hunminjeongeum yang berarti “Kata-kata yang benar untuk diajarkan kepada rakyat.”

Sejong juga sangat berjasa terhadap pengembangan pertanian rakyat Joseon, jadi ia mengizinkan para petani untuk membayar pajak lebih sedikit atau lebih banyak pada saat terjadinya kemunduran atau kemajuan ekonomi negara. Karena hal ini, para petani dapat menghasilkan lebih banyak tanpa mengkhawatirkan pajak. 

Suatu saat pernah terjadi kelebihan makanan di istana dan Raja Sejong membagi-bagikan makanan itu kepada para petani dan rakyat miskin yang membutuhkan makanan. Pada tahun 1429 Nongsa Jikseol disusun untuk memberikan pengertian kepada rakyat tentang cara-cara bertani.

Raja Sejong banyak menciptakan karya sastra dan musik istana yang terkenal, seperti:

•Yongbi Eocheon Ga (“Lagu dari Naga Terbang”, 1445)

•Seokbo Sangjeol (“Episode dari Kehidupan Sang Buddha”, Juli 1447)

•Worin Cheon-gang Jigok (“Nyanyian Bulan di Seribu Sungai”, Juli 1447)

•Dongguk Jeong-un (“Kamus untuk Pengucapan Sino-Korea yang Benar”, September 1447)

Pada tahun 1420 Sejong mendirikan lembaga Jiphyeonjeon yang berarti “Aula Orang Berjasa” di Istana Gyeongbok untuk menunjuk para ilmuwan berbakat. Lembaga ini berpartisipasi dalam berbagai acara keilmuan dan pendidikan, termasuk penyusunan Hunmin Jeongeum, yang berisikan formula abjad hangeul.

  • Jasa Raja Sejong yang paling besar adalah penciptaan abjad hangeul, sistem abjad fonetik yang cocok untuk bahasa Korea.


Sebelum penggunaan hangul meluas, hanya anggota masyarakat dari kalangan bangsawan yang bisa membaca tulisan (hanja dasarnya dipergunakan untuk menulis kata dalam bahasa Korea dengan tulisan Cina, sedangkan sistem hanmun adalah tulisan Cina klasik yang digunakan untuk menulis dokumen). 

  • Seseorang harus mempelajari sistem penulisan hanja yang sulit untuk membaca atau menulis.

Raja Sejong memperkenalkan 28 buah abjad baru agar semua golongan rakyat dapat membaca dan menulis dengan mudah. Hangeul dianggap perlambang identitas budaya untuk Joseon. Abjad hangeul dikeluarkan pada tahun 1446 dan dilarang penggunaanya di awal abad ke-20 saat penjajahan Jepang.


  • Death and Legacy


Sejong meninggal karena komplikasi diabetes pada umur 54 tahun dan dimakamkan di Yeong Mausoleum pada tahun 1450. Dia digantikan oleh putra pertamanya, Munjong. “Sejong menilai bahwa anaknya sakit-sakitan Munjong kemungkinan tidak akan hidup lama dan di akhir hidupnya” tanya seorang sarjana Hall of Worthies untuk menjaga cucu muda nya Danjong. 

Seperti yg telah diperkirakan, Munjong meninggal dua tahun setelah menikmati akses dan stabilitas politik setelah kekuasaan Sejong pecah ketika Danjong menjadi raja keenam dari Joseon pada usia dua belas. Akhirnya, putra kedua Sejong,, Sejo merebut tahta dari Danjong di 1455. 

Ketika keenam sarjana martir terlibat dalam komplotan untuk mengembalikan tahta Danjong, Sejo menghapuskan The Hall of Worthies dan mengeksekusi Danjong dan banyak sarjana yg menjabat selama pemerintahan Sejong.



  • Jalan Sejongno dan Sejong Center for the Performing Arts – di Seoul diabadikan dari namanya dan figurnya terpampang pula di mata uang kertas 10.000 Won.

Pada awal tahun 2007, pemerintahan Republik Korea memutuskan untuk mendirikan suatu distrik administratif di provinsi Chungcheong Selatan, dekat kota Daejeon yang dinamakan Kota Otonomi Khusus Sejong, dan akan menggantikan Seoul sebagai ibukota masa depan Republik Korea.

Makam Raja Sejong

  • Kehidupan Raja Sejong juga diangkat ke dalam layar drama sejarah di layar KBS berjudul King Sejong the Great (Serial televisi) di tahun 2008

1.Hangul adalah implikasi dari Hanzi(Karakter mandarin), zaman dahulu bangsa Korea merasa bahwa Huruf Cina sangat sulit. Sehingga Raja Sejong menemukan huruf Hangeul ini utk mempermudah rakyat Korea dalam berkomunikasi.

2.Pada zaman dinasti Joseon bangsa Korea masih menggunakan Hanzi sebagai Kanji Hangeul. Hanzi di Korea disebut Hanja

3.Penulisan huruf Hangul mirip dengan huruf Hijaiyah (karakter Arab) dengan menyambung huruf” vokal dan konsonan, serta pelafalan nya dengan menggunakan aturan tertentu. Jadi, jangan heran kalau ditemukan banyak bangsa Timur Tengah di sana


           Sumber . Nyatanya!? 

/ /

Asal- Usul Olahraga Berkuda



Menunggangi kuda adalah sebuah hal yang jarang dilakukan oleh Masyarakat kita umumnya jika bukan karena satu moment atau pagelaran-pagelaran akbar tertentu. hubungan manusia dengan kuda selalu di identik-kan dengan “Koboi”, “Pahlawan” atau seorang “Raja” yang tergambar di tokoh-tokoh film klasik. Dengan cepat berlari dan melompat merupakan kerangka dasar yang ditunjuk-kan oleh kuda.

Di Indonesia di beberapa daerah, ketika jaman kerajaan, kuda digunakan oleh petani disamping kerbau pada umumnya. Kuda hidup cukup berdekatan dengan petani. berperan sebagai alat untuk menarik bajak sawah dan juga sebagai alat transportasi/angkutan. Hingga kini peningkatan kebutuhan kuda di indonesia tak lain adalah untuk keperluan olahraga. Sama halnya dengan negara negara lain.



  • Olahraga Berkuda di Indonesia


Sejarah olahraga menunggang kuda di indonesia mencatatkan bahwa dahulu kuda digunakan sebagai alat untuk berburu di hutan-hutan oleh rakyat nusa tenggara barat dan timur. 

Dan di abad ke-16 di pulau jawa, kuda adalah simbol keagungan dari kerajaan-kerajaan yang digerakkan untuk peperangan. sampai pada perkembangannya bergeser menjadi sebuah tontonan olahraga.

Harus kita akui, olahraga Pacuan kuda ternyata merupakan bagian sejarah yang dibangun oleh bangsa belanda. Dimana, pacuan kuda ini dilakukan pada hari-hari pasar dan ulang tahun ratu belanda. 

Pada kenyataannya, banyak daerah-daerah yang juga ikut melakukan kegiatan pacuan kuda tersebut hingga dibuatlah ternak-ternak tradisional yang diantaranya terletak di Sumatra Barat, Sumatra Utara, Jawa Tengah, JawaTimur, Sulawesi Utara, Selawesi Selatan dan Nusa Tenggara.

Kemudian melahirkan kuda kuda pacu lokal yang diberi nama kuda Batak, kuda Minahasa, kuda Sumba, kuda Priangan, kuda Mangatas dan kuda Sandel. 

Olahraga kepiawaian menunggang kuda mulai familiar ketika prajurit-prajurit Belanda mulai rutin mengadakan lomba lompat rintangan (jumping) yang pada saat itu digelar di kavaleri kota Cimahi yang dahulunya merupakan bagian dari kota bandung.


  • Olahraga Berkuda di Dunia


Menurut temuan ilmiah, dahulu kala, kebersamaan antara manusia dengan kuda sudah dikenal sejak zaman purba pada kurun waktu 5.000 tahun yang lalu. 

Akan tetapi daging kuda juga merupakan santapan para manusia purba pada saat itu. Tak ada pula yang tahu siapa orang yang pertama kali menjinakkan kuda sehingga mau ditunggangi oleh manusia.


Penunggang-penunggang kuda hebat yg terkenal adalah penunggang yang berasal dari suku Yunani (Xenophon) dan suku Romawi. Buat mereka, menunggangi kuda adalah sebagai alat pacuan dan olahraga. 

Dalam hal Militer, tentara Yunani dan Romawi menggunakan kuda sebagai alat bantu transportasi dalam peperangan. Bahkan, 400 SM suku Yunani sudah mengeluarkan prinsip prinsip dasar dalam menunggang kuda yang sampai saat ini masih sering digunakan.

Memasuki jaman Renaissance, banyak Bangsawan yang mendalami dunia seni tunggang di sekolah-sekolah besar menunggang di Eropa. Napoli, Italia adalah negara pertama kali mendirikan sekolah tunggang menunggang kuda pada 1532 yang didirikan oleh Fredrico Gisone. 


Hingga pada akhir abad ke-16 ada sebuah akademi Equestrian berkembang di Versailles Prancis sebelum menghilang di telan oleh revolusi prancis.

Pakar menunggang kuda, Pluvinel dan La Guérinière adalah orang-orang yang sangat memberikan kontribusi besar untuk seni Equestrian modern (dressage/tunggang serasi) di sekolah Kavaleri yang terletak di Saumur Prancis pada tahun 1768 yang merupakan tahun awal berdirinya sekolah tersebut. 

Pada bagian ke dua abad ke-19 inilah dimana orang-orang lebih mengenal istilah menunggang kuda sebagai olahraga. Satu-satunya sekolah menunggang kuno yang masih bertahan sampai sekrang adalah “Spanish Riding School yang berdiri di tahun 1572 di Wina, Austria”.



           Sumber . Nyatanya!? 

/ /

(Video) Simoncelli Terjatuh Saat Dievakuasi Paramedis



/ /

(Foto) Begini Jadinya Kalau Iklan Komersial Kepeleset


















/ /

(Foto) Begini Jadinya Kalau Iklan Komersial Kepeleset