/ /

Surga Yang Bernama Slovakia


​​Slovakia adalah sebuah negara yang terkurung daratan diantara Austria, Republik Ceko, Hungaria, Polandia dan Ukraina di kawasan Eropa Tengah. Slovakia adalah destinasi wisata yang sempurna untuk menikmati keindahan alam, sejarah dan perawatan spa.

Dan karena ukurannya yang tak begitu luas -sekitar 48.845 km2, bandingkan dengan Provinsi DKI Jakarta yang mempunyai luas daratan 661,52 km2- maka sangat mudah sekali untuk mengkombinasikan ketiganya.


Fitur tertinggi di Slovakia adalah puncak Gunung Tatra, sebuah gunung yang terlihat ganas, liar dan sangat tajam, namun menyimpan keindahan yang luar biasa dan sangat sempurna untuk aktifitas olahraga musim dingin.

Secara geologis, Slovakia adalah kombinasi antara batu kapur, sungai, mata air, bebatuan berformasi indah, ngarai, air terjun, serta perbukitan yang semuanya menghasilkan sebuah kata, yaitu surga.


Dari puncak gunung hingga ke lembah, dari pusat kota Bratislava hingga kawasan pinggiran dengan bukit hijaunya, setiap lekuk dan sudut Slovakia selalu menyajikan pemandangan indah. Dan entah mengapa Slovakia terlihat sangat berwarna dan begitu sedap dipandang mata. Seolah-olah negara ini terbuat dari sekotak crayon warna yang setiap warnanya teraplikasi

Dan kalau Anda adalah seorang pecinta kehidupan abad pertengahan, maka Slovakia akan benar-benar menjadi surga bagi Anda karena negara ini memiliki koleksi istana dan puri terbanyak di dunia. Dari yang bergaya gothic hingga baroque, dari yang bobrok hingga yang terawat dengan prima, semuanya ada di Slovakia.


Mengenai iklim dan cuaca, negara empat musim ini memiliki kecenderungan musim panas yang cerah dan gerah, sedangkan musim dinginnya diwarnai dengan kondisi berawan, lembab dan penuh salju.

Jika Anda berencana mengunjungi Slovakia bagian Utara yang merupakan kawasan pegunungan, persiapkan diri Anda karena cuacanya cukup labil dan dapat berubah secara dramatis dalam hitungan menit. Kadang di musim panas bisa tiba-tiba turun hujan, atau bahkan turun salju. Persiapkan diri Anda dengan perlengkapan yang tepat, dan jangan pernah meremehkan cuaca.


Pusat kehidupan Slovakia berada di Bratislava yang merupakan kota terbesar, sekaligus ibukota Slovakia. Bratislava adalah kawasan yang sempurna untuk menikmati rona-rona sejarah yang indah, ramai dengan arsitektur bergaya Gothic, Baroque dan Renaissance.

Gereja, kastil dan rumah-rumah, serta jalan-jalan bebatuan, air mancur, dan kafenya yang menyenangkan telah bersiap dan berdandan dengan sempurna untuk menyambut kedatangan Anda.


Selain keindahan Bratislava, Slovakia juga menyimpan banyak pesona di Kota Kosice yang penuh dengan nilai historis, Kota Poprad yang merupakan pintu gerbang menuju keagungan Tatra, Kota Presov yang menjadi contoh terbaik arsitektur Renaissance di Slovakia.

Kota Rajecke Teplice yang damai dan terkenal sebagai kota spa dengan kemegahan Taman Nasional Mala Fatra; Kota Trencin yang merupakan tempat berbaringnya puri indah dari abad pertengahan yang terlihat begitu anggun menghadap ke sungai, serta Kota Trnava yang merupakan kota tertua di Slovakia dengan koleksi jumlah gereja terbanyak diantara sodara-sodaranya. 

Walaupun figurnya tak begitu besar, namun sepertinya akan membutuhkan waktu seumur hidup untuk menikmati keindahan Slovakia hingga puas dahaga kita. Oh, Slovakia...











/ /

Keindahan Kota Viva La Huacachina di Peru


​​Ica adalah sebuah kota kecil yang indah di bagian selatan Peru. Namanya cukup menonjol dalam radar wisata, terutama karena iklimnya yang hangat, memiliki deretan bukit dan padang pasir yang menawan, pemandangan cakrawala yang seperti tak ada habisnya, dan terutama karena oasenya yang menakjubkan. Penduduk setempat menyebutnya sebagai La Huacachina, terletak 5 km barat daya dari Ica atau sekitar 6 menit berkendara.

Oase berhias lanskap fantastis berupa gundukan tinggi bukit pasir, kebun Palem dan pohon Huarango yang telah berusia tua ini juga dikenal memiliki air serta pasir yang memiliki khasiat menyembuhkan. 

Hingga di penghujung abad 19, La Huacachina praktis tidak berpenghuni, sampai akhirnya seorang praktisi medis berkebangsaan Italia, Angela Perotti, menemukan kembali sifat medis oase ini, khususnya kemampuannya dalam menyembuhkan penyakit kulit dan rematik.

​La Huacachina adalah sebuah destinasi yang istimewa, sebuah tempat ideal untuk bersantai atau untuk menikmati petualangan di kawasan gurun pasir. Balap mobil buggy dan sandboarding adalah aktifitas paling populer di wilayah terkering Kota Ica ini. 





















Selain itu para wisatawan juga dapat menghabiskan waktu dengan berkunjung ke perkebunan anggur tradisional yang berada di pedesaan sekitar La Huacachina, serta mempelajari seni meracik segelas Pisco Sour (cocktail berisi campuran Pisco, lemon, putih telur, sirup dan bitters) khas Peru yang nikmat. Jangan lewatkan juga kesempatan untuk mengunjungi Museo Regional de Ica (Musium regional Ica) untuk mendapatkan tur arkeologi terbaik di Peru.












/ /

Natsumi Hayashi, Seniman Levitation Photography


Di foto-foto Natsumi Hayashi ini, melayang tampak mudah saja. Padahal, ada pose yang terus diulang selama 300 kali lompatan.

Natsumi Hayashi memiliki gaya yang berbeda dari kebanyakan fotografer dalam menciptakan karya fotografi.

Pada usia yang muda Hayashi telah mengenal dunia fotografi; “Menjaga kaki tetap melayang – tidak menyentuh tanah – adalah sebuah Nilai Tambah.”

“Aku mendapat ide dari Idiom bahasa Inggris yang berbunyi: ‘to have one’s feet firmly planted on the ground’ hal ini berlaku bagi tipe orang yang berfikir praktis.

Hayashi mengatakan dalam sebuah interview; “Di Jepang, kami juga memiliki idiom yang sama, namun aku bukanlah tipe orang yang berfikir praktis. Oleh karena itu, aku tetap menjaga kaki-ku agar tidak menyentuh tanah pada foto-fotoku.

Foto-foto Hayashi sangatlah aneh dan tidak mudah untuk dilupakan oleh siapa saja yang melihatnya. Hal inilah yang menimbulkan sensasi di internet dan Hayashi pun mendapat perhatian dari seluruh dunia.

Apa yang membuat foto-foto Hayashi sangat luar biasa? .. karena di semua foto, pose Hayashi tampak melayang secara alami.

Hayashi melakukannya dengan melompat ke udara berkali-kali.

“Terkadang aku lompat lebih dari 300 kali untuk mendapat sebuah foto terbaik.” Jelas Hayashi. “Aku menyeting kamera-ku dengan kecepatan jepret – shutter speed – 1/500 detik atau lebih cepat untuk dapat menangkap gerakanku saat melompat.”

Hal tersebut membutuhkan waktu 10 sampai 60 menit untuk mendapatkan hasil foto terbaik. Terkadang Hayashi mengambil foto untuk dirinya sendiri dengan menggunakan ‘timer’ pada kameranya, di lain kesempatan Hayashi meminta bantuan teman-temannya untuk mengambil foto untuknya.

Hayashi sangat menikmati cara ini hingga 2 tahun lamanya membuat karya foto, dan mulai tahun ini Hayashi mulai mempublikasikan foto-fotonya melalui website-nya sendiri – http://yowayowacamera.com – dengan judul ‘Yowayowa Camera Woman Diary‘ – Diary Kamera Sederhana Wanita.

“Aku percaya hal ini akan menggeparkan Jepang.” kata Hayashi. “Sangat menyenangkan ketika semua orang berfikir tentang ‘Levitation’ – melayang di udara – dari belahan selatan Amerika samapai Skandinavia.”

Natsumi Hayashi yang masih berusia 20 tahun sudah mampu bekerja sebagai fotografer profesional selama 2 tahun.

“Semua orang mengalami stress sosial karena terikat oleh gaya gravitasi bumi. Jadi aku berharap orang akan menemukan obat stress instan ketika melihat foto-foto melayang-ku.”













          yowayowacamera.. Nyatanya!? 

/ /

Levitation Photography, Seni Fotografi Dengan Objek Melayang (3)

















  Google. Nyatanya!?